Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Jambu Biji

Hama dan Penyakit tanaman jambu biji. Ternyata meski termasuk tanaman yang sangat mudah di tanam dan bisa tumbuh di mana saja, tetapi kalau di budidayakan, banyak sekali jenis hama dan penyakit yang menyerangnya. Sehingga perlu penanganan khusus agar benar-benar bisa panen dan menguntungkan. Beda dengan pohon jambu liar yang sering saya temui di kebun atau di belakang rumah. Mungkin karena kita tidak meperhatikannya sehingga kita tidak perasaan. Dan lagi tumbuhan liar jambu biji ini tidak terlalu di harapkan buahnya, mau buahan syukur tidak yang nggak masalah. Berbeda dengan tanaman budidaya, yang untuk menanamnya mengeluarkan biaya dan tenaga yang tidak sedikit, maka sekali terserang hama dan penyakit, kita pasti bingun dan berusaha untuk menanggungali dan memberantas hama dan penyakit tersebut. Dan untuk memberikan perlakuan yang tepat dan jenis obat yang akan di gunakan kita harus mengetahui jenis hama dan penyakit tanaman jambu biji yang menyerang.

Pengendalian Hama & Penyakit Tanaman Jambu Biji

Berikut ini adalah beberapa jenis hama dan penyakit tanaman jambu biji dan cara mengendalikannya.

1. Pengendalian Hama tanaman  Jambu Biji

  • Ulat daun (trabala pallida)
    • Cara Pengendalian: dengan menggunakan nogos.
  • Ulat keket (Ploneta diducta).
    • Cara Pengendalian: sama dengan ulat daun.
  • Semut & tikus
    • Cara Pengendalian: dengan penyemprotan sevin & furadan.
  • Kalong & Bajing, merupakan hama tanaman jambu biji yang paling susah di tangani. Karena biasanya yang di serang adalah buah yang sudah siap panen. Serangan hama ini dapat di lihat dari banyaknya buah yang berlobang bekas gigitan atau yang berjatuhan. Kerugian yang di sebabkan hama ini tergantung pada kuantitas hamanya.
    • Cara Pengendalian: dengan menggunakan musuh secara alami.
  • Ulat putih, gejala yang timbul adalah buah menjadi berwarna putih hitam,
    • Cara Pengendalian: dilakukan penyemprotan dengan insektisida yg sesuai sebanyak 2 kali seminggu hingga satu bulan sebelum panen penyemprotan dihentikan.
  • Ulat penggerek batang (Indrabela sp) adalah sejenis ulat yang menyerang batang jambu biji, ulat ini mampu melubangi kulit kayu sedalam 30 cm.
    • Cara Pengendalian: sama dengan ulat putih.
  • Ulat jengkal (Berta chrysolineate) adalah ulat pemakan daun muda, berbentuk seperti tangkai daun berwarna cokelat & beruas-ruas. Gejala yang terlihat adalah pinggiran daun menjadi kering, keriting berwarna cokelat kuning.
    • Cara Pengendalian: sama dengan ulat putih.

2. Pengendalian Penyakit Jambu Biji

  • Penyakit karena ganggang (Cihephaleusos Vieccons), biasanya penyakit  ini muncul di musim penghujan dan menyerang daun tua. Gejalanya dapat di lihat dengan munculnya bercak-cercak kecil di bagian atas daun yang di sertai munculnya spora yang berupa serat-serat halus berwarna jingga
    • Cara Pengendalian: dengan menyempotakan fungisida seperti Dlsene 200 MX.
  • Serangan berbagai jenis jamur seperti Jamur Ceroospora psidil , Jamur karat poccinia psidil, Jamur allola psidil, gejalanya muncul bercak-cercak berwarna hitam pada daun.
    • Cara Pengendalian: dengan menyempotakan fungisida seperti Dlsene 200 MX.
  • Penyakit karena cendawan (jamur) Rigidoporus Lignosus, gejalanya muncul  rizom berwarna putih yg menempel pada akar & apabila akar yang terserang dikupas akan nampak warna kecoklatan.
    • Cara Pengendalian: dengan menyempotakan fungisida seperti Dlsene 200 MX.
Bagikan :