Cara Bertanama Jambu Biji

Cara Bertanama Jambu Biji. Jambu biji, siapa yang tidak tahu jambu biji? Tanaman yang memiliki nama latin Psidium Guajava ini sangat terkenal di Indonesia dan di dunia pada umumnya. Selain karena tanaman ini mudah tumbuh, juga karena mempunyai manfaat dan khasiat yang sangat banyak, terutama untuk kesehatan. Jambu biji mempunyai nilai gizi yang tinggi terutama dalam kandungan vitamin C. Karena itu, walaupun seseorang tidak menyukainya, pada saat tertentu pasti akan mencoba mengkonsumsinya karena kandungan gizinya.

Cara menanam Jambu biji

Jambu biji dapat tumbuh di mana saja, terutama didaerah tropis dan subtropis yang memiliki curah hujan antara 1000 - 2000 mm/tahun atau sepanjang tahun. Dengan suhu pertumbuhan optimal antara 23- 38 0C pada siang hari. Intensitas cahaya matahari yang sangat baik akan membuat tanaman ini berbuah lebat. Banyak cara yang bisa di lakukan untuk perbanyakan tanaman jambu biji, salah satunya adalah dengan menanam biji buahnya. Tetapi agar cepat berbuah, para petani jambu biji lebih sering melakukan perbanyakan jambu biji dengan cara okulasi atau mencangkok. Untuk mengetahui cara menanam jambu biji agar lekas berbuah, silahkan ikuti langkah-langkah di bawah ini.


1. Persiapan media pembibitan
Siapkan  Polibag ukuran 20/10 x 30 .  Isi dengan tanah yang telah di campur pupuk kandang dengan perbandingan 1:4 sebanyak 1/3 nya. Letakan di tempat yang terkena sinar matahari.

2. Penyiapan benih 
Buah jambu yang di gunakan sebagai benih harus memenuhi beberapa kriteria, antara lain:
  • Berasal dari tanaman bibit unggul yang banyak di sukai konsumen
  • Buah sudah cukup tua dan buahnya tidak jatuh sendiri
Buah yang sudah cukup tua tersebut lalu di kupas dan di ambil bijinya. Setelah dikeluarkan daru buahnya, biji sebaiknya dibersihkan dan diangin-anginkan. Biji jangan sampai dijemur di terik sinar matahari, dan jangan disimpan lebih dari 24 jam agar daya tumbuhnya tidak menurun

3. Penanaman benih
Masukan 2 hingga 3 biji kedalam tiap-tiap polibag, dengan cara di tugal, lalu di tutupi tanah kembali. Agar biji cepat turnbuh perlu disiram tiap pagi dan sore selama satu minggu. Biji mulai tumbuh setelah 20-30 hari. Jika biji yang disemaikan telah tumbuh dan mencapai  ketinggian 5 cm, lakukan seleksi dan penjarangan. Bakal tanaman yang terbaik¬Iah yang harus dipilih dan dirawat. Tambahkan yang telah di campur dengan pupuk kandang setiap 1 minggu sekali atau setiap permukaan tanah menurun atau berkurang.

4. Persiapan lahan tanam
Jambu biji dapat tumbuh dengan baik di tanah yang gembur, subur dan banyak mengandung unsur hara terutama nitrogen. Jika tanah yang seperti di sebutkan diatas, tidak di peroleh, dapat di lakukan dengan pengolahan terlebih dahulu. Banyak kerja yang harus di lakukan untuk menyiapkan lahan yang akan di tanami jambu biji. Karena jambu biji merupakan tanaman kayu keras yang hidupnya tahunan, maka persiapan sekali ini akan di gunakan untuk selamanya. Persiapan lahan yang harus di lakukan antara lain adalah:
  • Pembersihan lahan dari gulma dan rumput liar
  • Buat bedengan dengan ukuran 3 m lebar, tinggi 30 cm dengan panjang sesuai kebutuhan. Antara tiap bedengan buat parit dengan lebar 75 cm dengan kedalaman 50 cm untuk sistem pembuangan air.
  • Buat lubang tanam dibagian tengah bedengan dengan ukuran 1 m x 1 m, kedalaman 1 m  dengan jarak tanam 3m x 2m,
  • Taburkan kapur sebanyak 0,4 kg/ lubang untuk menetralkan pH tanah, biarkan selama 1 bulan
  • Isi lobang dengan campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 3 (tanah) : 2(pupuk kandang), biarkan hingga waktu penanaman tiba
5. Penanaman bibit
Setelah bibit berusia 1-2 bulan atau setelah setinggi 30 -40 meter dan telah memiliki beberapa helai daun, pindahkan bibit ke areal tanam. Penanaman bibit  tidak perlu terlalu dalam, secukupnya, maksudnya batas antara akar & batang jambu biji diusahakan setinggi permukaan tanah yg ada disekelilingnya. Penanaman bibit sebaiknya di lakukan sore hari. Kemudian dilakukan penyiraman secara rutin 2 kali sehari (pagi & sore), kecuali pada musim hujan tdk perlu dilakukan penyiraman. Pada awal penanaman di areal, sebaiknya bibit yangbaru di tanam dibuatkan peneduh yang akan melindunginya dari terik matahari siang dan sore secara langsung. Tetapi mendapat sinar matahri pagi secara full. Oleh karena itu sebaiknya peneduh di pasang dengan posisi agak tinggi di bagian timur.

6. Pemeliharaan tanaman
Perawatan tanaman meliputi:
  • Penyiraman setiap pagi dan sore
  • Penyiangan gulma dan rumput liar
  • Penyulaman untuk menganti bibit yang mati dengan bibit baru
  • Pemupukan di lakukan tiap dalam beberapa tahap, yaitu:
    • Pemupukan pada awal masa tanam ketika tanamanberusia 0-1 tahun, diberikan pupuk NPK dengan dosis 12:24:81 ons/pohon pada bulan pertama dan kedua. Bulan ketiga dan 4, dosis pupuk NPK yang di berikan di tambah menjadi 15:15:15 ons/pohon. Setelah itu di berikan pupuk kandang yang sudah matang dengan dosis 20 kg/pohon setiap 4 bulan sekali sampai tanaman berbuah.
    • Pemupukan tanaman umur 1-3 tahun, setelah tanaman berbuah 2 kali. Pemupukan dilakukan dengan NPK dan TSP masing-masing  250 gram/pohon setiap 3 bulan sekali.
    • Pemupukan tanaman umur 3 tahun keatas, Kalau pertumbuhan tanaman kurang sempurna, terutama terlihat pada pertumbuhan tuas hasil pemangkasan raning, berarti selain TSP & NPK dengan ukuran yang sama tanaman juga memerlukan pupuk kandang sebanyak 40 kg/pohon.
  • Perempalan, di lakukan setelah tanaman berumur 2 tahun. Gunanya untuk mendapatkan tajuk yang rimbun dan memberi bentuk pada tanaman sehingga bercabang banyak.
  • Pembubunan, dilakukan untuk membuat tanah sekitar tanaman tetap gembur sehingga aerasi berjalan lancar. Pembubunan di lakukan dengan cara membalik tanah di sekitar tanaman.
  • Pemangkasan, rutin di lakukan setelah masa panen buah berakhir, dengan harapan agar muncul tajuk-tajuk baru sebagai tempat munculnya bunga baru pada musim berikutnya dengan hasil lebih meningkat.
  • Penyeprotan insektisida & pestisida di lakukan untuk mencegah hama dan penyakit dapat di lakukan bersamaan dengan penyemprotan pupuk buah (gandasil buah) yang di lakukan untuk merangsang pembungaan dan meningkatkan dompolan bunga.
7. Pemanenan
Tanaman jambu biji yang di tanam dari biji,  biasanya berbuah pada umur 2-3 tahun.Yang di panen adalah buah yang sudah tua.  Buah yang sudah matang dapat di tandai dengan melihat ciri-cirinya, diantaranya adalah:
  • Buah telah berumun 2-3 bulan
  • Warna buah sudah berubah dari hijau menjadi agak putih kekuning-kuningan
  • Baunya semerbak, harum khas jambu biji
Cara panenannya adalah dengan memotong buah beserta tangkainya dengan cutter, lalu mengumpulkannya diatas keranjang bambu agar sirkulasi udara berjalan lancar dan jambu biji tidak langsung mengalami skematangan setelah panen. Pemotongan buah sekaligus tangkainys  dilakukan sekaligus untuk pemangkasan, sehingga dapat menghemat waktu.
Inilah cara menanam jambu biji yang terlintas di benak saya dan pernah saya baca dari berbagai sumber. Ada banyak tutorial cara budidaya jambu biji yang lain, jika anda merasa ragu dengan cara menanam jambu biji yang kami paparkan di atas..... Apapun banyak jalan menuju roma, pilihlah yang terbuda dan terbaik untuk anda.. Smile
Bagikan :